Ciptakan Loyalitas, Alfamart Kumpulkan Pedagang Binaan

corporate-news | 27 7 2020

News Banner Ciptakan Loyalitas, Alfamart Kumpulkan Pedagang Binaan

JAKARTA – Sebanyak 500 pedagang warung tradisional yang tergabung dalam program Outlet Binaan Alfamart (OBA), berkumpul dan berbagi pengalaman di Anjungan Lampung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (3/12/2016).

Business Development Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Harischandra Tanuraharjo mengatakan, acara yang digelar sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap para pedagang binaan ini, bertujuan untuk menjalin kedekatan agar tercipta loyalitas dan hubungan kemitraan yang semakin baik di masa mendatang.

“Ratusan pedagang binaan ini berasal dari 32 kantor cabang Alfamart yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, rata-rata sudah menjadi anggota OBA selama 2 sampai 4 tahun. Masing-masing tentunya memiliki kesan dan pengalaman yang berbeda selama bekerja sama dengan kami. Dalam kesempatan ini, kami bisa berbagi informasi dan motivasi untuk terus memajukan usaha ritel serta tumbuh bersama Alfamart,” tutur Hans Haris.

Dalam kesempatan tersebut, selain melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), perusahaan juga memberikan plakat penghargaan kepada anggota OBA atas kerja sama dan loyalitas yang baik serta apresiasi kepada pedagang binaan terbaik.

Menurut Hans Haris, program Outlet Binaan Alfamart (OBA) yang dijalankan dengan sistem keanggotaan ini, merupakan salah satu program CSR berkelanjutan perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil (UMK), khususnya pedagang warung tradisional.

“Teknis program OBA ini, petugas yang dinamakan Member Relations Officer (MRO) Alfamart akan mendata dan mengajak pedagang tradisional di sekitar toko untuk bergabung menjadi anggota pedagang OBA,” jelasnya.

Anggota OBA akan memperoleh berbagai kemudahan, seperti penyediaan pasokan barang berkualitas, dapat memesan barang ke toko dengan harga khusus dan siap antar tanpa dikenai ongkos kirim, serta diperkenalkan teknologi pemesanan barang secara online.

Tak hanya itu, pedagang juga diajak mengikuti pelatihan manajemen ritel modern, dengan materi terkait teknik menata barang, pengetahuan produk, cash flow, hingga melayani konsumen.

Perusahaan juga memberikan bantuan dress up warung untuk mempercantik tampilan fisik warung tradisional. “Kami berupaya agar ilmu yang didapat selama pelatihan dan pendampingan, bisa betul-betul diaplikasikan dalam usaha sehari-hari sehingga usaha ritel tradisional dapat lebih berkembang,” harapnya.

Hingga saat ini, program OBA telah diaplikasikan di berbagai kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Lombok. “Hingga Oktober 2016, jumlah anggota OBA yang aktif mencapai 50.022 pedagang dan 1.100 warung telah direnovasi,” terangnya.